Pernyataan for digunakan untuk melakukan perulangan dengan menentukan kondisi perulangan dan pernyataan increment. Bentuk pernyataan for adalah
Pernyataan while digunakan untuk melakukan perulangan dengan menentukan kondisi yang menyebabkan perulangan dihentikan. Bentuk pernyataan while seperti ini
Penggunaan do-while ini mirip dengan bentuk while di atas. Perbedaan utamanya hanyalah dua, yaitu:
Penyataan yang ingin dieksekusi harus diletakan di dalam blok kode, sekalipun hanya ingin mengeksekusi satu buah penyataan saja.
Pengecekan kondisi (true atau false) dilakukan pada bagian akhir sehingga pernyataan yang ada di dalam blok perulangan akan dieksekusi minimal satu kali, sekalipun eksekusi do-while pertama kali menemukan kondisi bernilai false.
Penggunaan bentuk do-while mengikuti bentuk:
Wicky Sabdana
Friday, March 21, 2014
Penggunaan If Then Else Statement pada Java
Penggunaan If Then Else Statement pada Java
Statement if, else if, dan else merupakan salah satu control flow statement yang mengeksekusi sebagian dari code jika code tersebut bernilai benar.
If else membentuk suatu percabangan yang akan mengecek satu persatu kondisi di dalamnya.
Konsep dari penggunaan if else ini sebagai berikut:
Penggunaan if else pada Java
Berikut ini adalah penggunaan statement if else pada Java untuk menentukan grade dari suatu nilai mata kuliah.
Jika nilai seorang mahasiswa lebih dari atau sama dengan 90, maka ia akan mendapat grade A. Jika nilainya lebih dari atau sama dengan 80 maka ia akan mendapat nilai B begitu seterusnya sampai jika ia mendapat nilai selain dari di atas dia akan mendapatkan grade D.
Source code
Wednesday, December 18, 2013
Perusahaan yang terlibat dalam proses pembuatan biskuit tersebut adalah :
1. Untuk Bahan Baku
2. Untuk Packing
Dalam proses pembuatan biskuit, Pabrik membutuhkan bahan baku oleh karena itu bekerja sama dengan beberapa industri pabrik diantaranya adalah pabrik gula, pabrik garam, distributor Telur, Pabrik Terigu, Pabrik Susu dan Mentega. Secara tidak langsung pabrik biskuit bekerja sama pula dengan petani tebu, penambak garam, dan peternak ayam, karena mereka juga sebagai produsen bahan baku.
Untuk Pengepakan (Packing), pabrik biskuit bekerja sama dengan pabrik kaleng/alumunium dan pabrik kertas. Setelah terkemas dengan rapi barulah biskuit siap dipasarkan.
Untuk Pemasaran, pabrik biskuit memasarkan produknya ke distributor makanan. Kemudian disebar ke berbagai toko seperti toko kue grosir dan supermarket, dan pasar internasional (ekspor). Dan pada akhirnya sampai di tangan konsumen akhir.
1. Untuk Bahan Baku
- Pabrik Gula (Bekerja sama dengan petani tebu)
- Pabrik Garam (Bekerja sama dengan penambak garam)
- Distributor Telur (Bekerja sama dengan peternak ayam)
- Pabrik Terigu
- Pabrik Susu dan Mentega
2. Untuk Packing
- Pabrik Kaleng
- Pabrik Kertas
Dalam proses pembuatan biskuit, Pabrik membutuhkan bahan baku oleh karena itu bekerja sama dengan beberapa industri pabrik diantaranya adalah pabrik gula, pabrik garam, distributor Telur, Pabrik Terigu, Pabrik Susu dan Mentega. Secara tidak langsung pabrik biskuit bekerja sama pula dengan petani tebu, penambak garam, dan peternak ayam, karena mereka juga sebagai produsen bahan baku.
Untuk Pengepakan (Packing), pabrik biskuit bekerja sama dengan pabrik kaleng/alumunium dan pabrik kertas. Setelah terkemas dengan rapi barulah biskuit siap dipasarkan.
Untuk Pemasaran, pabrik biskuit memasarkan produknya ke distributor makanan. Kemudian disebar ke berbagai toko seperti toko kue grosir dan supermarket, dan pasar internasional (ekspor). Dan pada akhirnya sampai di tangan konsumen akhir.
Sunday, April 7, 2013
Subscribe to:
Comments (Atom)

